Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman
di banda aceh

Jumat, 09 Januari 2015

Realutivitas IPA



KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT, karena atas izin­Nya jugalah maka makalah ini dapat terselesaikan. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, yang membawa perubahan mendasar pada peradaban di bumi ini sehingga kita menikmat betapa nikmatnya iman Islam.
Makalah   ini   dibuat   bukan   hanya   untuk   memenuhi tugas kuliah “ILMU ALAMIAH DASAR” saja, tetapi diharapkan agar dapat menjadi referensi ilmu untuk mengetahui apa itu IPA, Realitivitas IPA, dan IPA bersifat Dinamis
Untuk itu koreksi serta saran sangat diperlukan untuk kemajuan kita bersama.
Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung penyelesaian makalah ini, terutama Bpk. Zaini Hasan, S.pd.I. M.S yang telah memberikan kesempatan untuk menulis makalah ini.

Penyusun


Agus Nurjamil







DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR                                                                                      .... 1
DAFTAR ISI                                                                                                    .... 2
BAB I
PENDAHULUAN                                           
A.    Latar Belakang                                                                                           .... 3
B.     Rumusan Masalah                                                                                       .... 3
C.     Tujuan                                                                                                         .... 3
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian IPA                                                                                           .... 4
B.     Realitivitas IPA                                                                                          .... 4
C.     IPA bersifat Dinamis                                                                                  .... 5

BAB III
PENUTUP                                                        
A.    Kesimpulan                                                                                                 .... 6
B.     Saran                                                                                                           .... 6
DAFTAR PUSTAKA                                                                                       .... 7


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematis yang didasarkan pada penyelidikan dan interpretasi terhadap peristiwa-peristiwa atau gejala alam melalui metode dan sikap ilmiah. Ilmu ini terus berkembang, bertambah luas, dan mendalam sesuai dengan hasil-hasil penemuan dan penyelidikan baru, menyebabkan timbulnya cabang-cabang ilmu yang dikenal sebagai: Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Dalam perkembangannya, ternyata banyak proses yang penjelasannya memerlukan bantuan dari dua atau lebih cabang ilmu yang merupakan kombinasi dari cabang-cabang yang telah ada, seperti Kimia Fisika, Biokimia, Biofisika, dan Geofisika. Pembagian IPA dalam berbagai cabang tersebut sebenarnya untuk lebih mempermudah mempelajari alam seisinya dari sudut pandang tertentu. Namun di luar dari pada itu, satu hal yang pasti, yakni sasaran yang diselidiki, diuraikan, dan dibahas adalah satu, yaitu alam semesta yang meliputi: asal mula alam semesta dengan segala isinya, termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu IPA
2. Apa itu Realitivitas IPA?
3. Apa yang dimaksud IPA bersifat Dinamis?
C. Tujuan
1. Megetahui apa pengertian IPA
2. Mengetahui Realitivitas IPA
3. Menetahui apa itu IPA bersifat Dinamis







BAB II
PEMBAHASAN


a.      Pengertian IPA
IPA merupakan ilmu yang sistematis dan dirumuskan, yangberhubungan dengan gejalah-gejalah kebendaan dan didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi (H.W. Fowler et-al, 1951). Sedangkan Nokes didalam bukunya “Science in Education” menyatakan bahwa IPA adalah pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metoda khusu.
Kedua perdata diatas sebenarnya tidak bebeda, memang benar bahwa IPA merupakan suatu ilmu teoritis, tetapi teori tersebut didasarkan pengamatan, percobaan-percobaan terhadap gejalah-gejalah alam.
Jadi dapatlah disetujui bahwa IPA adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara yang khas/khusu, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpul, penyusun teori, eksperimentasi, observasi dan dimikian seterusnya kait-mengkait antara cara yang satu dan yang lain. Cara untuk memperoleh ilmu secara demikian ini terkenal dengan nama metode ilmiah. Metode ilmiah pada dasarnya merupakan cara yang logis untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
Pemecahan masalah itu dilakukan tahap demi tahap demi tahap dengan urut langka-langka yang logis, dikumpulkannya fakta-fakta yang berkaitan masalah tersebut, mengujinya berulang-ulang melalui eksperimen-eksperimen, barulah diambil kesimpulan berdasarkan hasil-hasil eksperimen tersebut yang diyakini kebenarannya.
Pendekatan induktif ialah mengambil suatu kesimpulan umum berdasarkan dari sekumpulan pengetahuan, sedangkan yang bersifat deduktif ialah berdasarkan hal-hal yang sudah dianggap benar diambil suatu kesimpulan dengan menggunakan hal-hal yang sudah dianggap benar[9].
b.      Relativitas IPA
Fakta sebenarnya mendiskripsikan/memberikan fenomena-fenomena (gejalah). Namaun kadang-kadang fonomena yang sama dapat diberikan dengan cara-cara yang berbeda, tergantung dari sudut pandangan siperumus fakta itu. Sebagai contoh fenomena terbit dari terbenamnya matahari dapat diberikan.
1.      Matahari terbit dari terbenam matahari disebelah timur, lalu tenggelam disebelah barat.
2.      Bumi berputar kearah timur, maka matahari seolah-olah bergerak kebarat. 
Relativitas ini timbul terutama apabila sipengamat sedikit banyak terlibat dalam fenomena itu atau kalau sipengamat hanya dapat mengamati sebagian saja dari fenomena itu. Contoh lain : Pengamat yang berada didalam kereta atau bis yang sedang berjalan (cepat) akan melihat tiang-tiang listrik ataupun pohon-pohon seolah-olah bergerak kearah yang berlawanan[10].  
c.        IPA Bersifat Dinamis
IPA berawal dari pengamatan dan pencatat baik terhadap gejalah-gejalah alam pada umumnya maupun dalam percobaan-percobaan yang dilakukan dalam laboratorium. Dari hasil pengamatan atau observasi ini manusia berusaha untuk merumuskan konsef-konsef, perinsif, hukum dan teori.
Dari teori yang telah ada dibuka kemungkinan untuk melakukan eksperimen yang baru. Kemudian dari data yang baru yang diperoleh mungkin masih mendukung berlakunya teori yang lama, tetapi juga ada kemungkinan tidak lagi cocok sehingga perlu disusun teori yang baru.
Demikianlha proses IPA berlangsung terus sehingga selalu terdapat mekanisme kontrol, besifat terbuka untuk selalu diuji kembali dan bersifat komulatif. Jadi proses IPA yang dinamis ini karena menggunakan metode keilmuan, dimana pran teori dan eksperimen saling komplemeter dan saling memperkuat. Sebagai contoh : dengan menggunakan teori optik memungkinkan dibuatnya alat-alat optik yang presisi yang tinggi dan kemampuan yang lebih besar. Selanjutnya dengan alat-alat yang berkemampuan besar ini memungkinkan diperbaharuinya teori yang telah ada.














BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
IPA berkembang dengan sangat pesatnya sejalan dengan sifat manusia yang mempunyai rasa ingin tahu atau curiousity yang juga selalu berkembang (dinamis). Dengan sifat ini, dalam benak manusia selalu bertanya karena keingintahuannya: apa sesungguhnya (what), bagaimana sesuatu terjadi (how), dan mengapa demikian (why).
Adanya kemampuan berpikir pada manusia tersebut yang menyebabkan terus berkembangnya rasa ingin tahu tentang segala yang ada di alam semesta. Pengetahuan yang diperoleh dari alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).
Ilmu ini terus berkembang, bertambah luas dan mendalam sesuai dengan hasil-hasil penemuan dan penyelidikan baru, menyebabkan timbulnya cabang-cabang ilmu yang dikenal sebagai: Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA).
Ilmu pengetahuan diperoleh melalui prosedur yang telah ditentukan, yaitu melalui cara yang disebut metode ilmiah. Adapun langkah-langkah operasional metode ilmiah –secara singkat– adalah sebagai berikut:
a.       Perumusan Masalah
b.      Penyusunan Hipotesis
c.       Pengujian Hipotesis/Penelitian
d.      Penarikan Kesimpulan
Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu, sebab suatu pengetahuan dapat disebut ilmu atau ilmiah jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a.       Logis atau masuk akal
b.      Objektif
c.       Metodik
d.      Sistematis
e.       Berlaku umum atau universal
f.       Kumulatif
B.   Saran
Sebaiknya pembaca mengerti memahami akan pentingnya ilmu pengetahuan alam ,peduli dengan alam  dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan alam dengan baru.
DAFTAR PUSTAKA


http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/20/peranan-ilmu-pengetahuan-alam-dan-teknologi-dalam-memenuhi-kebutuhan-kehidupan-manusia/
http://harisbanjarmasin.blogspot.com/2011/11/iad-manusi-berpikir-dari-zaman-dulu.html
http://khairinnisaedogawa.blogspot.com/2011/07/iad-perkembangan-dan-pengembangan-ilmu.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar