KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puja dan puji syukur atas kehadirat
Allah SWT, karena atas izinNya jugalah maka makalah ini dapat terselesaikan.
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita
Nabi besar Muhammad SAW, yang membawa perubahan mendasar pada
peradaban di bumi ini sehingga kita menikmat betapa
nikmatnya iman Islam.
Makalah ini dibuat bukan
hanya untuk memenuhi tugas kuliah “ILMU ALAMIAH DASAR”
saja, tetapi diharapkan agar dapat menjadi referensi ilmu untuk mengetahui apa
itu IPA, Realitivitas IPA, dan IPA bersifat Dinamis
Untuk itu koreksi serta saran sangat diperlukan untuk kemajuan
kita bersama.
Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung penyelesaian
makalah ini, terutama Bpk. Zaini Hasan, S.pd.I. M.S yang telah memberikan
kesempatan untuk menulis makalah ini.
Penyusun
Agus Nurjamil
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR .... 1
DAFTAR ISI .... 2
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang .... 3
B.
Rumusan Masalah .... 3
C.
Tujuan .... 3
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian IPA .... 4
B.
Realitivitas IPA .... 4
C.
IPA bersifat Dinamis .... 5
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan .... 6
B.
Saran .... 6
DAFTAR
PUSTAKA .... 7
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) merupakan kumpulan pengetahuan tersusun secara sistematis yang didasarkan
pada penyelidikan dan interpretasi terhadap peristiwa-peristiwa atau gejala
alam melalui metode dan sikap ilmiah. Ilmu ini terus berkembang, bertambah
luas, dan mendalam sesuai dengan hasil-hasil penemuan dan penyelidikan baru,
menyebabkan timbulnya cabang-cabang ilmu yang dikenal sebagai: Fisika, Kimia,
Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA). Dalam perkembangannya,
ternyata banyak proses yang penjelasannya memerlukan bantuan dari dua atau
lebih cabang ilmu yang merupakan kombinasi dari cabang-cabang yang telah ada,
seperti Kimia Fisika, Biokimia, Biofisika, dan Geofisika. Pembagian IPA dalam
berbagai cabang tersebut sebenarnya untuk lebih mempermudah mempelajari alam
seisinya dari sudut pandang tertentu. Namun di luar dari pada itu, satu hal
yang pasti, yakni sasaran yang diselidiki, diuraikan, dan dibahas adalah satu,
yaitu alam semesta yang meliputi: asal mula alam semesta dengan segala isinya,
termasuk proses, mekanisme, sifat benda maupun peristiwa yang terjadi.
B. Rumusan Masalah
1. Apa itu IPA
2. Apa itu Realitivitas
IPA?
3. Apa yang dimaksud
IPA bersifat Dinamis?
C. Tujuan
1. Megetahui apa
pengertian IPA
2. Mengetahui
Realitivitas IPA
3. Menetahui apa itu
IPA bersifat Dinamis
BAB
II
PEMBAHASAN
a.
Pengertian
IPA
IPA merupakan ilmu yang
sistematis dan dirumuskan, yangberhubungan dengan gejalah-gejalah kebendaan dan
didasarkan terutama atas pengamatan dan induksi (H.W. Fowler et-al, 1951).
Sedangkan Nokes didalam bukunya “Science in Education” menyatakan bahwa IPA
adalah pengetahuan teoritis yang diperoleh dengan metoda khusu.
Kedua perdata diatas
sebenarnya tidak bebeda, memang benar bahwa IPA merupakan suatu ilmu teoritis,
tetapi teori tersebut didasarkan pengamatan, percobaan-percobaan terhadap
gejalah-gejalah alam.
Jadi dapatlah disetujui
bahwa IPA adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara
yang khas/khusu, yaitu melakukan observasi eksperimentasi, penyimpul, penyusun
teori, eksperimentasi, observasi dan dimikian seterusnya kait-mengkait antara
cara yang satu dan yang lain. Cara untuk memperoleh ilmu secara demikian ini
terkenal dengan nama metode ilmiah. Metode ilmiah pada dasarnya merupakan cara
yang logis untuk memecahkan suatu masalah tertentu.
Pemecahan masalah itu
dilakukan tahap demi tahap demi tahap dengan urut langka-langka yang logis,
dikumpulkannya fakta-fakta yang berkaitan masalah tersebut, mengujinya
berulang-ulang melalui eksperimen-eksperimen, barulah diambil kesimpulan
berdasarkan hasil-hasil eksperimen tersebut yang diyakini kebenarannya.
Pendekatan induktif ialah
mengambil suatu kesimpulan umum berdasarkan dari sekumpulan pengetahuan,
sedangkan yang bersifat deduktif ialah berdasarkan hal-hal yang sudah dianggap
benar diambil suatu kesimpulan dengan menggunakan hal-hal yang sudah dianggap
benar[9].
b.
Relativitas
IPA
Fakta sebenarnya
mendiskripsikan/memberikan fenomena-fenomena (gejalah). Namaun kadang-kadang
fonomena yang sama dapat diberikan dengan cara-cara yang berbeda, tergantung
dari sudut pandangan siperumus fakta itu. Sebagai contoh fenomena terbit dari
terbenamnya matahari dapat diberikan.
1. Matahari terbit dari terbenam matahari
disebelah timur, lalu tenggelam disebelah barat.
2. Bumi berputar kearah timur, maka matahari
seolah-olah bergerak kebarat.
Relativitas ini timbul
terutama apabila sipengamat sedikit banyak terlibat dalam fenomena itu atau
kalau sipengamat hanya dapat mengamati sebagian saja dari fenomena itu. Contoh
lain : Pengamat yang berada didalam kereta atau bis yang sedang berjalan
(cepat) akan melihat tiang-tiang listrik ataupun pohon-pohon seolah-olah
bergerak kearah yang berlawanan[10].
c.
IPA
Bersifat Dinamis
IPA berawal dari
pengamatan dan pencatat baik terhadap gejalah-gejalah alam pada umumnya maupun
dalam percobaan-percobaan yang dilakukan dalam laboratorium. Dari hasil pengamatan
atau observasi ini manusia berusaha untuk merumuskan konsef-konsef, perinsif,
hukum dan teori.
Dari teori yang telah
ada dibuka kemungkinan untuk melakukan eksperimen yang baru. Kemudian dari data
yang baru yang diperoleh mungkin masih mendukung berlakunya teori yang lama,
tetapi juga ada kemungkinan tidak lagi cocok sehingga perlu disusun teori yang
baru.
Demikianlha proses IPA
berlangsung terus sehingga selalu terdapat mekanisme kontrol, besifat terbuka
untuk selalu diuji kembali dan bersifat komulatif. Jadi proses IPA yang dinamis
ini karena menggunakan metode keilmuan, dimana pran teori dan eksperimen saling
komplemeter dan saling memperkuat. Sebagai contoh : dengan menggunakan teori
optik memungkinkan dibuatnya alat-alat optik yang presisi yang tinggi dan
kemampuan yang lebih besar. Selanjutnya dengan alat-alat yang berkemampuan
besar ini memungkinkan diperbaharuinya teori yang telah ada.
BAB
III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
IPA berkembang dengan
sangat pesatnya sejalan dengan sifat manusia yang mempunyai rasa ingin tahu
atau curiousity yang juga selalu berkembang (dinamis). Dengan sifat ini, dalam
benak manusia selalu bertanya karena keingintahuannya: apa sesungguhnya (what),
bagaimana sesuatu terjadi (how), dan mengapa demikian (why).
Adanya kemampuan
berpikir pada manusia tersebut yang menyebabkan terus berkembangnya rasa ingin
tahu tentang segala yang ada di alam semesta. Pengetahuan yang diperoleh dari
alam semesta ini selanjutnya merupakan dasar perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA).
Ilmu ini terus
berkembang, bertambah luas dan mendalam sesuai dengan hasil-hasil penemuan dan
penyelidikan baru, menyebabkan timbulnya cabang-cabang ilmu yang dikenal
sebagai: Fisika, Kimia, Biologi, dan Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa
(IPBA).
Ilmu pengetahuan
diperoleh melalui prosedur yang telah ditentukan, yaitu melalui cara yang
disebut metode ilmiah. Adapun langkah-langkah operasional metode ilmiah –secara
singkat– adalah sebagai berikut:
a. Perumusan Masalah
b. Penyusunan Hipotesis
c. Pengujian Hipotesis/Penelitian
d. Penarikan Kesimpulan
Tidak semua
pengetahuan dapat disebut ilmu, sebab suatu pengetahuan dapat disebut ilmu atau
ilmiah jika memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Logis atau masuk akal
b. Objektif
c. Metodik
d. Sistematis
e. Berlaku umum atau universal
f. Kumulatif
B.
Saran
Sebaiknya pembaca
mengerti memahami akan pentingnya ilmu pengetahuan alam ,peduli dengan
alam dan memanfaatkan perkembangan ilmu
pengetahuan alam dengan baru.
DAFTAR
PUSTAKA
http://edukasi.kompasiana.com/2012/05/20/peranan-ilmu-pengetahuan-alam-dan-teknologi-dalam-memenuhi-kebutuhan-kehidupan-manusia/
http://harisbanjarmasin.blogspot.com/2011/11/iad-manusi-berpikir-dari-zaman-dulu.html
http://khairinnisaedogawa.blogspot.com/2011/07/iad-perkembangan-dan-pengembangan-ilmu.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar